Pada abad ke-11 negara-negara kristen di barat merasa terancam dengan perkembangan kekaisaran Islam Seljuk Turki . Pada 1095 mereka hanya beberapa mil di luar konstantinopel, ibu kota kekaisaran Bizantium dan pusat kekristenan di timur. Kaisar Bizantium, Alexander Commenus mengadu pada paus Urban II untuk meminta pertolongan.
Urban II mengadakan pertemuan dengan para pemimpin gereja di Clermont, Perancis. Dia memanggil para ksatria untuk mengusir orang Turki dan merebut kembali Tanah Suci dari kaum Muslim. Ini bukan sekedar perang biasa, tetapi panggilan perjalanan suci atau perang salib. kata 'Crusade' berasal dari kata latin crux, yang berarti salib, simbol bagi umat kristiani.
Sebelum tentara dibentuk, 50.000 rakyat jelata melakukan perja;anan dari Eropa Barat membentuk "pasukan salib" mereka sendiri untuk membebaskan tanah suci. Mereka tergugah mendengar cerita kekejaman para tentara Turki yang disebarkan oleh seorang pengkhotbah, Peter the Hermit. Banyak dari mereka yang tewas atau tersesat selama perjalanan, sedang sisanya tewas dibunuh tentar Turki.
pada 1096, pasukan ksatria dari Perancis dan Normandia yang terlatih berangkat menuju Perang Salib pertama. Di Konstantinopel, mereka bergabung dengan prajurit Bizantium. Meskipun banyak perselisihan yang terjadi selama perjalanan, mereka merebut Yerusalem pada 1099 dan melakukan pembantaian masal tanpa belas kasihan terhadap orang Turki dan Yahudi.
Setelah berhasil merebut Yerusalem, pasukan salib membagi Tanah Suci menjadi empat bagian atau daerah yang dikenal sebagai Outremer (baca 'oot-rer-mare') yang berarti 'tanah di seberang lautan'. Pasukan salib memerintah Outremer selama 200 tahun dan menbangun kastil-kastil yang megah seperti Krak des Chevaliers di Siria.
Dua kelompok prajurit biarawan dibentuk untuk melindungi perjalanan para peziarah menuju Tanah Suci-Ksatria Hospitaller dari st John dan Ksatria Templar. Ksatria Hospitaller mengenakan pakaian hitam dengan salib berwarna putih. Ksatria Templar mengenakan salib berwarna merah pada pakaian putih, yang akhirnya, menjadi simbol dari seluruh pakaian salib.
Pada 1144, kekuasaan para pasukan salib di outremer melemah, dan pasukan Turki semakin menguat. Raja Louis VII dari Perancis dan Raja Condrad dari Jerman, mengirimkan pasukan salib kedua. Tetapil pada 1187, Saladin berhasil mengambil alih hampir seluruh Outremer.
Pada 1190, tiga orang lelaki paling berkuasa di Eropa- Richard I dari Inggris, Philip II dari Perancis, dan Frederick Barbarossa (Kaisar Romawi yang Suci)- berangkat dalam pasukan salib ketiga. Barbarossa tewas dalam perjalanan dan Philip II menyerah. Hanya Richard yang berhasil dan melakukan gencatan senjata dengan saladin.
Pada 1212, ribuan anak anak dikirimkan untuk menjadi pejuang Perang Salib Anak guna merebut kembali Yerusalem, dipimpin oleh seorang anak petani, Stephen dari Cloyes. Yang menyedihkan, sebagian besar dari mereka tergoda untuk berlayar ke Marseiles dan dijual ke dalam perbudakan atau prostitusi.
SUMBER : BUKU SEJARAH DUNIA
Alamat blog : nahlahana.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar